Adil?
Ia datang larut malam sekali. Masuk ke kamar hotel, dan langsung merebahkan tubuhnya ke sofa. Hampa. Badannya basah, memang hujan belakangan ini bagai amukan alam. Ia sempatkan mengambil handuk kecil, untuk mengeringkan wajahnya. Tapi tubuhnya, ia biarkan basah, seperti tak peduli lagi. Kemacetan ibukota juga masih terlihat dari balik jendela kamarnya. Gemerlapnya belum habis. Pemandangan yang menyimpan banyak cerita. Tapi seakan tidak berarti. Hari itu cukup berat baginya. Jika ia mengisahkannya pun, jarang yang akan mau mendengar. Sebuah kesalahan harus ia pikul sendirian. Masih segar nasihat sang ibu, dan banyak orang lain, tapi ia mengabaikannya. Cinta memang menyenangkan. Tapi buruk jika berlebihan. Jangan ditanya soal pengalaman ataupun kemampuan. Kodrat Tuhan bahwa ia punya paras rupawan. Ia akan hidup lebih nyaman, kan? Hotel itu punya fasilitas cukup mewah. Ornamen kayu asli, bergaya eropa klasik, sentuhannya berkelas. Kamar yang ia tempati pun berkelas, walau kalah deng...