Dua Sisi
Pagi hari,
Aku harus bertemu seorang sahabat, yang lama tiada. Saat pemakamannya pun, aku tak sanggup hadir.
1000 hari berlalu, akhirnya aku bisa bertemu, walau hanya batu nisan dalam pandanganku.
Tak kuasa air mata kubendung. Walau itulah kenyataan yang ada
Sore hari,
Aku mengantarkan seorang lagi sahabatku, untuk mengikat wanita idamannya, menjadi calon istri, bertunangan.
Tanggal telah ditentukan, persiapan telah matang, tinggal menghitung hari, sampai bahagianya tiba.
Dua sisi kehidupan, yang kuhadapi dalam kurang dari 12 jam, kesedihan, juga kebahagiaan.
Aku pun ada dikeduanya.
Maka hanya yang ada dalam keheningan, yang ada dalam ketiadaanlah yang berhak menilai, mengatur, mengapa aku ada diantara keduanya.
Komentar
Posting Komentar