PSK

Kenapa 'Mawar' atau 'Melati' identik dengan PSK ? Padahal kedua bunga itu indah? Bahkan setiap bunga itu indah? Tunggu, tunggu...

Bukankah setiap makhluk yang diciptakanNya itu indah? bahkan PSK sekalipun? Kenapa PSK dibenci banyak kalangan munafik? Membenci profesinya namun tetap menggunakan jasanya? Ah, aku benci pemikiranku ini.

Mungkin, dibalik profesi itu, ada nafkah untuk Pendidikan, ada nafkah untuk sekedar menyambung hidup, ada pula untuk foya-foya, hingga memang suka. Kembali lagi, itu tak lebih dari sekedar “mungkin”.

Aku pernah mendengar kisah, tentang seorang PSK, yang menemukan cinta sejatinya. Konon, setelah beribu-ribu pelanggan harus dipuaskan, ia tetap melajang. Bagaimana ada lelaki yang mau berhubungan serius dengan seorang PSK? Yang katanya sudah tidak suci?


Lagipula, suci tidaknya manusia, hanya Tuhan yang berhak menghakimi.

 

Setelah si PSK menemukan cinta sejatinya, menikah dalam diam, menjalani hidup dengan Bahagia, dan tidak Kembali ke profesi lamanya, iapun mampu menjadi pengusaha garmen dengan karyawan diatas 100 orang. Sebagai catatan, si lelaki hanyalah seorang buruh kasar yang dibayar harian.

Setelah mendengar kisah itu, aku yakin, kuasaNya melebihi apapun yang ada dalam ekspektasi makhluknya. Bahkan rejeki untuk seorang yang dianggap hina pun, selalu diberiNya tanpa pamrih.

Mungkin juga, inilah saatku untuk naik kelas. Hidup tanpa mulai menghakimi, ataupun menilai sesuatu dengan ego.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Sang Helios Menjelma Jadi Manusia

Negeri Mimpi