Sang Kala Waktu

Berangkat dari kebodohanku, melihat masa lalu. Yah, belajar dari masa lalu tidak sepenuhnya menyenangkan. 

Aku suka sejarah, bagaimana kisah-kisah dramatis, melankolis, hingga romantis tertulis. 
Kepingan dan kepingan, sudut dan sudut, apakah sejarah punya lingkar? Tak hanya keping dan sudut?

Mungkin aku yang meratapi sejarah. Terjebak romansa masa lalu, lupa akan masa depan.

Tapi, buatku, ada satu sisi dalam diri ini yang terjebak di tahun tertentu. Tahun kiamat katanya. Hmmm, Ada benarnya, untuk sang sisi lain. Sialnya, semua hal di tahun itu, tergabung dalam satu bingkai, senang, sedih, dan sosok.

Waktu memang terus berjalan, aku tak pernah salahkan Sang Kala. 

Namun Sang Kala jadi guru terbaik, untuk setiap insan, atau beberapa saja. Aku?

Aku menulis ini, sebagai monumen, atas rasa terima kasihku, kepada Semesta Alam, berikut segala perpanjangan tangan-Nya, yang membantu melewati waktu. 

Melewati romansa masa lalu, jelmaan sang Dewi tercantik versi dunia Nordik, memastikan langkahku pasti maju menembus waktu.

Dan jelmaan sang Helios, dengan nyala membara, terus menerangi hari yang (pernah) dilanda kegelapan masa. Senyaman coklat panas dan selembut selimut sutra di hari hujan kelabu.

Terima kasih sekali lagi, membantuku melewati sang Kala Waktu





Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSK

Ketika Sang Helios Menjelma Jadi Manusia

Negeri Mimpi