Kenapa 'Mawar' atau 'Melati' identik dengan PSK ? Padahal kedua bunga itu indah? Bahkan setiap bunga itu indah? Tunggu, tunggu... Bukankah setiap makhluk yang diciptakanNya itu indah? bahkan PSK sekalipun? Kenapa PSK dibenci banyak kalangan munafik? Membenci profesinya namun tetap menggunakan jasanya? Ah, aku benci pemikiranku ini. Mungkin, dibalik profesi itu, ada nafkah untuk Pendidikan, ada nafkah untuk sekedar menyambung hidup, ada pula untuk foya-foya, hingga memang suka. Kembali lagi, itu tak lebih dari sekedar “mungkin”. Aku pernah mendengar kisah, tentang seorang PSK, yang menemukan cinta sejatinya. Konon, setelah beribu-ribu pelanggan harus dipuaskan, ia tetap melajang. Bagaimana ada lelaki yang mau berhubungan serius dengan seorang PSK? Yang katanya sudah tidak suci? Lagipula, suci tidaknya manusia, hanya Tuhan yang berhak menghakimi. Setelah si PSK menemukan cinta sejatinya, menikah dalam diam, menjalani hidup dengan Bahagia, dan tidak Kembali ...
Ia datang larut malam sekali. Masuk ke kamar hotel, dan langsung merebahkan tubuhnya ke sofa. Hampa. Badannya basah, memang hujan belakangan ini bagai amukan alam. Ia sempatkan mengambil handuk kecil, untuk mengeringkan wajahnya. Tapi tubuhnya, ia biarkan basah, seperti tak peduli lagi. Kemacetan ibukota juga masih terlihat dari balik jendela kamarnya. Gemerlapnya belum habis. Pemandangan yang menyimpan banyak cerita. Tapi seakan tidak berarti. Hari itu cukup berat baginya. Jika ia mengisahkannya pun, jarang yang akan mau mendengar. Sebuah kesalahan harus ia pikul sendirian. Masih segar nasihat sang ibu, dan banyak orang lain, tapi ia mengabaikannya. Cinta memang menyenangkan. Tapi buruk jika berlebihan. Jangan ditanya soal pengalaman ataupun kemampuan. Kodrat Tuhan bahwa ia punya paras rupawan. Ia akan hidup lebih nyaman, kan? Hotel itu punya fasilitas cukup mewah. Ornamen kayu asli, bergaya eropa klasik, sentuhannya berkelas. Kamar yang ia tempati pun berkelas, walau kalah deng...
You're human after all. Sekuat-kuatnya pundak manusia, Tuhan pasti maha adil. Kebahagiaan hadir, Kesedihan pun nyata. Seperti kisah mereka. Pernikahan, mesra bersama. Ratu dan raja sehari. Hingga Kehadiran sang bayi, tinggal menghitung hari. Namun rupanya semesta punya cara lain. Jalan, untuk dilalui. Meski hanya salah satu, dari tiga, yang boleh melintas. You're human after all
Komentar
Posting Komentar