Kenapa 'Mawar' atau 'Melati' identik dengan PSK ? Padahal kedua bunga itu indah? Bahkan setiap bunga itu indah? Tunggu, tunggu... Bukankah setiap makhluk yang diciptakanNya itu indah? bahkan PSK sekalipun? Kenapa PSK dibenci banyak kalangan munafik? Membenci profesinya namun tetap menggunakan jasanya? Ah, aku benci pemikiranku ini. Mungkin, dibalik profesi itu, ada nafkah untuk Pendidikan, ada nafkah untuk sekedar menyambung hidup, ada pula untuk foya-foya, hingga memang suka. Kembali lagi, itu tak lebih dari sekedar “mungkin”. Aku pernah mendengar kisah, tentang seorang PSK, yang menemukan cinta sejatinya. Konon, setelah beribu-ribu pelanggan harus dipuaskan, ia tetap melajang. Bagaimana ada lelaki yang mau berhubungan serius dengan seorang PSK? Yang katanya sudah tidak suci? Lagipula, suci tidaknya manusia, hanya Tuhan yang berhak menghakimi. Setelah si PSK menemukan cinta sejatinya, menikah dalam diam, menjalani hidup dengan Bahagia, dan tidak Kembali ...
Pria bersarung dan bersinglet itu berdiri kaku di balik etalase, matanya lurus menatap layar ponsel yang menyala terang. Dentum musik elektronik khas Pantura menggetarkan permukaan kaca etalase, merambat hingga ke ujung jari pria itu. "Mau beli apa, Dek?" tanya pria itu lagi. Anak itu menunjuk bungkusan oranye yang menggantung di sudut etalase. Tangan kecilnya terangkat, menggantung di udara, tak sampai. "Ini aja?" Pria itu merenggut bungkusan itu, membuat seluruh gantungan di depan etalase bergetar keras. "Itu aja, Om," kata si anak. "Dua ribu." Si anak menjajarkan koin-koin di atas permukaan kaca yang berdebu. Jempolnya menggeser koin satu per satu. "Seratus, dua ratus, tiga ratus..." "Sudah kelas berapa, Dek?" "Terakhir kelas tiga SD, Om." "Kok terakhir?" "Kalau ada uang, mudah-mudahan tahun depan bisa lanjut kelas empat." Pria itu terdiam, menatap koin yang bertebaran di telapak tangannya. ...
You're human after all. Sekuat-kuatnya pundak manusia, Tuhan pasti maha adil. Kebahagiaan hadir, Kesedihan pun nyata. Seperti kisah mereka. Pernikahan, mesra bersama. Ratu dan raja sehari. Hingga Kehadiran sang bayi, tinggal menghitung hari. Namun rupanya semesta punya cara lain. Jalan, untuk dilalui. Meski hanya salah satu, dari tiga, yang boleh melintas. You're human after all
Komentar
Posting Komentar