Darah
Darah, hanya hubungan itu yang kita miliki. Aku tidak pernah menyesal akan hal ini. Tuhan mentakdirkan kita untuk berada dalam garis keturunan yang sama, dalam semangat yang sama.
Entah aku akan menulis apa, aku tidak mengerti. Semua hal yang tidak kumengerti ini terjadi begitu saja. Cepat, bagai cahaya menembus makna.
Memang kita satu darah, tapi nampaknya kita beda arah. Aku meneruskan legasi ibuku, sebagai pancang keluargaku. Tadinya kupikir itu tanggung jawabmu. Menjadi contoh terbaik dalam pertalian darah ini.
Aku tidak mengerti kenapa kau bisa jatuh kedalam lubang hitam itu. Persetan alasanmu. Semua rasa hormat ini hancur tak menentu.
Dilema memang. Kita masih berhubungan darah, satu sisi aku ingin kau kembali. Mungkin memulai hidup dari awal lagi. Tapi sisi lain, aku tak bisa lagi membanggakanmu. Ada rasa tak bisa menerimamu kembali, dan itu sulit dipungkiri.
Maaf, mas...
Entah aku akan menulis apa, aku tidak mengerti. Semua hal yang tidak kumengerti ini terjadi begitu saja. Cepat, bagai cahaya menembus makna.
Memang kita satu darah, tapi nampaknya kita beda arah. Aku meneruskan legasi ibuku, sebagai pancang keluargaku. Tadinya kupikir itu tanggung jawabmu. Menjadi contoh terbaik dalam pertalian darah ini.
Aku tidak mengerti kenapa kau bisa jatuh kedalam lubang hitam itu. Persetan alasanmu. Semua rasa hormat ini hancur tak menentu.
Dilema memang. Kita masih berhubungan darah, satu sisi aku ingin kau kembali. Mungkin memulai hidup dari awal lagi. Tapi sisi lain, aku tak bisa lagi membanggakanmu. Ada rasa tak bisa menerimamu kembali, dan itu sulit dipungkiri.
Maaf, mas...
Komentar
Posting Komentar