Mungkin, Allah Rindu Doaku

Malam ini hanya suara gemercik air saja yang menemani. Aku? yah, hujan ini cukuplah menemani. Tapi, beda cerita saat hujan itu bercampur petir, sebuah kenyamanan yang terusik oleh kengerian.

Segelintir orang di Britania sana, percaya bahwa "at the end of the storm, there's golden sky". Termasuk aku, orang yang terbawa dalam kesyahduan lagu You'll Never Walk Alone, lagu kebangsaan tim merah dari barat laut inggris.

Buatku, lirik dalam lagu ini cukup menenangkan batin, bagai menghirup bau tanah selagi hujan. Namun lagu ini juga memberikan cambuk motivasi sekuat halilintar.

Walk on, walk on
With hope in your heart
And you'll never walk alone

Aku menganut lirik diatas terlalu dalam, sehingga lupa, siapa yang akan berjalan bersamaku walau dalam keadaan paling tragis dalam hidup. Manusia ? menaruh harapan pada manusia kadang mengecewakan hasilnya. Dan itu ku pahami betul.

Tapi siapa yang selalu menemani dalam keadaan terjatuh, saat masa-masa kelam, lalu saat sudah bangkit, dengan sombongnya manusia lupa.

Malam ini aku belajar, bagaimana sosok yang maha kuasa merindukan doa hambanya. Bagaimana Ia memberikan kasih sayang yang tulus sembari memberikan cobaan. TujuanNya tidak lebih, hanya ingin mendengar kembali doa-doa hambanya. lalu, mengapa cobaan? Karena Ia ingin seorang hambaNya, menjadi manusia yang jauh lebih baik. Dan aku percaya itu, walau masih tahap mempelajari. Hanya Ialah zat yang benar benar menemani kita saat kita sedang "walk alone".

When you walk, trough a storm
Hold your head , up high
And don't be afraid of the dark

At the end of the storm
There's golden sky
And a sweet silver song
Of a lark

Walk on trough the wind
Walk on trough the rain
For your dream be tossed and blown

Walk on
Walk on
With hope
In your heart
And you'll never walk alone


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSK

Adil?

Human After All